{"id":234,"date":"2016-07-11T16:32:26","date_gmt":"2016-07-11T09:32:26","guid":{"rendered":"http:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/?p=234"},"modified":"2018-06-24T20:03:26","modified_gmt":"2018-06-24T13:03:26","slug":"manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/","title":{"rendered":"Antrian di Faskes: Bisakah dikelola?"},"content":{"rendered":"<div class=\"seriesmeta\">This entry is part 1 of 5 in the series <a href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/series\/manajemen-antrian\/\" class=\"series-69\" title=\"Manajemen Antrian\">Manajemen Antrian<\/a><\/div><p>Melirik pada manajemen antrian di rumah sakit, pernahkah melihat atau mengalami situasi seperti di gambar berikut ini? Tidak susah rasanya menemukannya bukan? Pasien (dan keluarga) jelas rugi karena waktu terbuang di tengah kemungkinan tertular penyakit yang diidap pasien lain. Faskes pun rugi karena suasana yang ramai dan penuh sesak akan mengganggu pelayanan yang diberikan, disamping memberikan tekanan emosi cukup tinggi.<br \/>\n<img data-attachment-id=\"236\" data-permalink=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/sebaiknya-bpjs-buka-kantor-perwakilan-di-kecamatan\/#main\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan.jpg?fit=620%2C413&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"620,413\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}\" data-image-title=\"Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan.jpg?fit=300%2C200&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan.jpg?fit=620%2C413&amp;ssl=1\" loading=\"lazy\" class=\"alignleft wp-image-236 size-medium\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan-300x200.jpg?resize=300%2C200\" alt=\"manajemen antrian di rumah sakit\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan.jpg?w=620&amp;ssl=1 620w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><img data-attachment-id=\"235\" data-permalink=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/dsc_2905\/#main\" data-orig-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/dsc_2905.jpg?fit=2448%2C3264&amp;ssl=1\" data-orig-size=\"2448,3264\" data-comments-opened=\"1\" data-image-meta=\"{&quot;aperture&quot;:&quot;2.4&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;Xperia M2&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1426489991&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;2.87&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;409&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.03030303030303&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}\" data-image-title=\"dsc_2905\" data-image-description=\"\" data-image-caption=\"\" data-medium-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/dsc_2905.jpg?fit=225%2C300&amp;ssl=1\" data-large-file=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/dsc_2905.jpg?fit=768%2C1024&amp;ssl=1\" loading=\"lazy\" class=\"alignleft wp-image-235 size-thumbnail\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/dsc_2905-150x150.jpg?resize=150%2C150\" alt=\"manajemen antrian di rumah sakit\" width=\"150\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/dsc_2905.jpg?resize=150%2C150&amp;ssl=1 150w, https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/dsc_2905.jpg?resize=250%2C250&amp;ssl=1 250w, https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/dsc_2905.jpg?resize=174%2C174&amp;ssl=1 174w, https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/dsc_2905.jpg?zoom=2&amp;resize=150%2C150&amp;ssl=1 300w, https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/dsc_2905.jpg?zoom=3&amp;resize=150%2C150&amp;ssl=1 450w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p>Antrian terjadi di mana-mana, termasuk fasilitas kesehatan. Jangankan orang sakit, orang sehat pun pada dasarnya tidak mau antri. Tapi karena berbagai alasan, antrian harus dihadapi. Ya, orang -sebagai pengguna jasa- bersedia antri karena tidak ada pilihan.\u00a0Jika Anda adalah penyedia jasa layanan yang dibutuhkan orang-orang yang rela antri, bahkan berjam-jam, apakah tidak punya pilihan juga? Bisakah antrian yang panjang tersebut kita kelola dengan baik?<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Pada dasarnya antrian terjadi karena tidak seimbangnya laju kedatangan pasien (pelanggan pada umumnya) dengan laju pelayanan yang diberikan oleh penyedia jasa. Apakah laju pelayanan di loket pendaftaran, pengambilan rekam medis, pelayanan dokter, atau pun pelayanan obat. Ada 2 kasus yang mungkin terjadi: (i) laju kedatangan lebih kecil daripada laju pelayanan, atau (ii) laju kedatangan lebih besar daripada laju pelayanan. Oh ya, laju kedatangan adalah jumlah pasien yang datang dalam periode waktu tertentu, misalnya laju kedatangan 15 pasien per jam. Sedangkan laju pelayanan adalah jumlah pasien yang dapat dilayani oleh petugas (<em>server<\/em>), misalnya laju pelayanan 20 pasien per jam.<\/p>\n<p>Logika secara umum mengatakan bahwa antrian akan terjadi pada saat laju kedatangan lebih besar daripada laju pelayanan. Ini adalah sesuatu yang mudah dipahami. Namun, pada prakteknya, kasus antrian seperti ini tidak dapat dipecahkan dengan apa yang dikenal dengan teori antrian (Q<em>ueueing \u00a0theory<\/em>) yang sudah berkembang sejak lama. Teori antrian dapat digunakan pada kasus dimana laju kedatangan lebih kecil daripada laju pelayanan. Loh kok bisa? Ya bisa saja dan memang demikianlah yang terjadi. Kedatangan pasien yang bersifat acak tidak dapat diatur oleh penyedia jasa. Suatu saat mereka datang bersama-sama, di saat yang lain sendiri-sendiri dengan selang waktu kedatangan yang berbeda-beda. Variasi jumlah pasien dan selang waktu kedatangan inilah yang menyebabkan terjadi antrian. Nah, selama laju pelayanan lebih besar daripada laju kedatangan, maka masalah antrian ini akan dapat dipecahkan.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan kasus kedua dimana laju kedatangan lebih besar daripada laju pelayanan? Situasi seperti ini yang menyebabkan keniscayaan antrian harus dipecahkan melalui pendekatan analisis proses. Dua proses yang berurutan dimana waktu pelayanan proses pertama lebih cepat daripada proses kedua, akan menyebabkan antrian terjadi. Dengan kata lain, proses kedua menjadi <em>bottleneck<\/em> dalam sistem dengan 2 proses ini. Nah bottleneck ini yang harus kita pecahkan sedemikian rupa sehingga antriannya berkurang.<\/p>\n<p>Pendek kata, jika kita adalah penyedia jasa dalam suatu sistem, masalah antrian bukan harus dihindari, tapi harus dikelola agar tetap menyenangkan bagi pelanggan apalagi pasien. Tinggal kita mau atau tidak.<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Share this:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-234\" class=\"share-twitter sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on Twitter\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on Twitter (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-234\" class=\"share-facebook sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on Facebook\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on Facebook (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-linkedin\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-linkedin-234\" class=\"share-linkedin sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=linkedin\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on LinkedIn\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on LinkedIn (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-pinterest\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-pinterest-234\" class=\"share-pinterest sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=pinterest\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on Pinterest\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on Pinterest (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-tumblr\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"\" class=\"share-tumblr sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=tumblr\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on Tumblr\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on Tumblr (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-email\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"\" class=\"share-email sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=email\" target=\"_blank\" title=\"Click to email this to a friend\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to email this to a friend (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-print\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"\" class=\"share-print sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/\" target=\"_blank\" title=\"Click to print\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to print (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"seriesmeta\">This entry is part 1 of 5 in the series <a href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/series\/manajemen-antrian\/\" class=\"series-69\" title=\"Manajemen Antrian\">Manajemen Antrian<\/a><\/div><p>Melirik pada manajemen antrian di rumah sakit, pernahkah melihat atau mengalami situasi seperti di gambar berikut ini? Tidak susah rasanya menemukannya bukan? Pasien (dan keluarga) jelas rugi karena waktu terbuang di tengah kemungkinan tertular penyakit yang diidap pasien lain. Faskes pun rugi karena suasana yang ramai dan penuh sesak akan mengganggu pelayanan yang diberikan, disamping<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/\" class=\"more-link themebutton\">Read More<\/a><\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-sharing-enabled\"><div class=\"robots-nocontent sd-block sd-social sd-social-icon sd-sharing\"><h3 class=\"sd-title\">Share this:<\/h3><div class=\"sd-content\"><ul><li class=\"share-twitter\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-twitter-234\" class=\"share-twitter sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=twitter\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on Twitter\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on Twitter (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-facebook\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-facebook-234\" class=\"share-facebook sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=facebook\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on Facebook\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on Facebook (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-linkedin\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-linkedin-234\" class=\"share-linkedin sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=linkedin\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on LinkedIn\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on LinkedIn (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-pinterest\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"sharing-pinterest-234\" class=\"share-pinterest sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=pinterest\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on Pinterest\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on Pinterest (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-tumblr\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"\" class=\"share-tumblr sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=tumblr\" target=\"_blank\" title=\"Click to share on Tumblr\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to share on Tumblr (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-email\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"\" class=\"share-email sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/?share=email\" target=\"_blank\" title=\"Click to email this to a friend\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to email this to a friend (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-print\"><a rel=\"nofollow noopener noreferrer\" data-shared=\"\" class=\"share-print sd-button share-icon no-text\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/\" target=\"_blank\" title=\"Click to print\"><span><\/span><span class=\"sharing-screen-reader-text\">Click to print (Opens in new window)<\/span><\/a><\/li><li class=\"share-end\"><\/li><\/ul><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true},"categories":[32],"tags":[73,70,71,9,72],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v18.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>manajemen antrian di rumah sakit: Bisakah mengelola antrian?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"pelatihan manajemen rumah sakit, manajemen antrian di rumah sakit, manajemen antrian di klinik, manajemen antrian di puskesmas\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"manajemen antrian di rumah sakit: Bisakah mengelola antrian?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"pelatihan manajemen rumah sakit, manajemen antrian di rumah sakit, manajemen antrian di klinik, manajemen antrian di puskesmas\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Indonesian Research Institute for Healthcare Management\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/irihm\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-07-11T09:32:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-06-24T13:03:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan-300x200.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@irihm\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@irihm\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"irihm\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#organization\",\"name\":\"Indonesian research institute for healthcare management\",\"url\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/\",\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/irihm\/\",\"https:\/\/twitter.com\/irihm\"],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#logo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/cropped-4.-IRIHM-2-25percent.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/cropped-4.-IRIHM-2-25percent.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Indonesian research institute for healthcare management\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#logo\"}},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/\",\"name\":\"Indonesian Research Institute for Healthcare Management\",\"description\":\"For Better Healthcare Services\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"http:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan-300x200.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan-300x200.jpg\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/\",\"name\":\"manajemen antrian di rumah sakit: Bisakah mengelola antrian?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2016-07-11T09:32:26+00:00\",\"dateModified\":\"2018-06-24T13:03:26+00:00\",\"description\":\"pelatihan manajemen rumah sakit, manajemen antrian di rumah sakit, manajemen antrian di klinik, manajemen antrian di puskesmas\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Antrian di Faskes: Bisakah dikelola?\"}]},{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#webpage\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#\/schema\/person\/b73395c74763b635879328b04cfb33d5\"},\"headline\":\"Antrian di Faskes: Bisakah dikelola?\",\"datePublished\":\"2016-07-11T09:32:26+00:00\",\"dateModified\":\"2018-06-24T13:03:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#webpage\"},\"wordCount\":448,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan-300x200.jpg\",\"keywords\":[\"bottleneck\",\"laju kedatangan\",\"laju pelayanan\",\"Manajemen Antrian\",\"server\"],\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#\/schema\/person\/b73395c74763b635879328b04cfb33d5\",\"name\":\"irihm\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/601e27c9138a79acd9ed813926198fbe?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/601e27c9138a79acd9ed813926198fbe?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"irihm\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/twitter.com\/irihm\"],\"url\":\"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/author\/irihm\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"manajemen antrian di rumah sakit: Bisakah mengelola antrian?","description":"pelatihan manajemen rumah sakit, manajemen antrian di rumah sakit, manajemen antrian di klinik, manajemen antrian di puskesmas","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"manajemen antrian di rumah sakit: Bisakah mengelola antrian?","og_description":"pelatihan manajemen rumah sakit, manajemen antrian di rumah sakit, manajemen antrian di klinik, manajemen antrian di puskesmas","og_url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/","og_site_name":"Indonesian Research Institute for Healthcare Management","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/irihm\/","article_published_time":"2016-07-11T09:32:26+00:00","article_modified_time":"2018-06-24T13:03:26+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan-300x200.jpg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@irihm","twitter_site":"@irihm","twitter_misc":{"Written by":"irihm","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#organization","name":"Indonesian research institute for healthcare management","url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/","sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/irihm\/","https:\/\/twitter.com\/irihm"],"logo":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#logo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/cropped-4.-IRIHM-2-25percent.png","contentUrl":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/cropped-4.-IRIHM-2-25percent.png","width":512,"height":512,"caption":"Indonesian research institute for healthcare management"},"image":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#logo"}},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/","name":"Indonesian Research Institute for Healthcare Management","description":"For Better Healthcare Services","publisher":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#primaryimage","inLanguage":"en-US","url":"http:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan-300x200.jpg","contentUrl":"http:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan-300x200.jpg"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#webpage","url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/","name":"manajemen antrian di rumah sakit: Bisakah mengelola antrian?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#primaryimage"},"datePublished":"2016-07-11T09:32:26+00:00","dateModified":"2018-06-24T13:03:26+00:00","description":"pelatihan manajemen rumah sakit, manajemen antrian di rumah sakit, manajemen antrian di klinik, manajemen antrian di puskesmas","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Antrian di Faskes: Bisakah dikelola?"}]},{"@type":"Article","@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#webpage"},"author":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#\/schema\/person\/b73395c74763b635879328b04cfb33d5"},"headline":"Antrian di Faskes: Bisakah dikelola?","datePublished":"2016-07-11T09:32:26+00:00","dateModified":"2018-06-24T13:03:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#webpage"},"wordCount":448,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/Sebaiknya-BPJS-Buka-Kantor-Perwakilan-di-Kecamatan-300x200.jpg","keywords":["bottleneck","laju kedatangan","laju pelayanan","Manajemen Antrian","server"],"articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/11\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit-2\/#respond"]}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#\/schema\/person\/b73395c74763b635879328b04cfb33d5","name":"irihm","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/#personlogo","inLanguage":"en-US","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/601e27c9138a79acd9ed813926198fbe?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/601e27c9138a79acd9ed813926198fbe?s=96&d=mm&r=g","caption":"irihm"},"sameAs":["https:\/\/twitter.com\/irihm"],"url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/author\/irihm\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p7rubP-3M","jetpack-related-posts":[{"id":557,"url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2018\/07\/19\/waktu-tunggu-pasien-rawat-jalan\/","url_meta":{"origin":234,"position":0},"title":"Antrian dan Penumpukan","date":"July 19, 2018","format":false,"excerpt":"Sebelum menganalisis waktu tunggu pasien, dalam manajemen antrian di mana pun akan ditemui 1 dari 2 kondisi berikut: laju kedatangan pasien (pelanggan) lebih kecil dari laju pelayanan (kasus antrian) atau sebaliknya laju kedatangan melebihi laju pelayanan (kasus penumpukan). Sebenarnya istilah antrian dan penumpukan ini baru muncul barusan ketika mencari judul\u2026","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":239,"url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/13\/manajemen-antrian-di-faskes\/","url_meta":{"origin":234,"position":1},"title":"Manajemen antrian: Berapa Luas Ruang Tunggu?","date":"July 13, 2016","format":false,"excerpt":"Salah satu isu kritikal dalam manajemen antrian di faskes adalah seringkali dijumpai luas ruang tunggu jauh lebih kecil dari jumlah pasien yang berkunjung, lebih spesifiknya pasien yang antri. Bahkan pernah saya lihat jumlah kursi yang disediakan di poli spesialis sangat terbatas, menunjukkan demikianlah ruang yang disediakan untuk menunggu layanan dokter.\u2026","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":245,"url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/07\/28\/waktu-tunggu-antri-rawat-jalan\/","url_meta":{"origin":234,"position":2},"title":"Waktu Tunggu Rawat Jalan 60 menit, Bisa?","date":"July 28, 2016","format":false,"excerpt":"Posting sebelumnya terkait manajemen antrian rumah sakit, kita sudah membahas isu tentang panjangnya antrian. Kali ini kita melihat sisi lain dari panjang antrian yaitu lamanya waktu antri atau waktu tunggu rawat jalan. Tidak semua orang memiliki kesabaran menunggu yang banyak. Ada yang memang karena sibuk maka tidak ingin membuang waktunya\u2026","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":541,"url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2018\/07\/18\/manajemen-antrian-di-rumah-sakit\/","url_meta":{"origin":234,"position":3},"title":"Dampak Registrasi via SMS\/online pada Waktu Tunggu","date":"July 18, 2018","format":false,"excerpt":"Beberapa rumah sakit atau fasyankes lainnya sudah mengumandangkan cara yang lebih keren ketika melakukan pendaftaran rawat jalan. kalau dulu pasien atau keluarganya harus datang untuk melakukan registrasi, konon katanya dengan sms atau aplikasi android kita tidak perlu datang lagi. Cukup mendaftar dari rumah. Pertanyaannya mengapa fasyankes yang sudah menggunakan cara\u2026","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]},{"id":554,"url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2018\/07\/19\/manajemen-antrian-di-fasilitas-pelayanan-kesehatan\/","url_meta":{"origin":234,"position":4},"title":"Manajemen Antrian di Fasilitas Pelayanan Kesehatan","date":"July 19, 2018","format":false,"excerpt":"Manajemen antrian di fasilitas pelayanan kesehatan bersama irihm, Bandung 26-27 Juli 2018","rel":"","context":"In &quot;Kegiatan&quot;","img":{"alt_text":"","src":"https:\/\/i0.wp.com\/irihm.sbm.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/WhatsApp-Image-2018-06-29-at-12.29.46-725x1024.jpeg?resize=350%2C200","width":350,"height":200},"classes":[]},{"id":181,"url":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/2016\/04\/26\/efisiensi-dalam-manajemen-persediaan-di-fasilitas-kesehatan\/","url_meta":{"origin":234,"position":5},"title":"Efisiensi dalam Manajemen Persediaan di Fasilitas Kesehatan","date":"April 26, 2016","format":false,"excerpt":"Mengelola organisasi baik profit maupun non-profit umumnya tidak hanya berupaya mencapai tujuan (effectiveness\/keefektifan). Jika mengacu pada konsep Input-Proses-Output (IPO), sisi output akan berhubungan dengan keefektifan, maka sisi input yang terkait dengan efisiensi harus juga diraih.\u00a0Hal ini juga berlaku bagi fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik, apotek hingga rumah sakit. Indikator\u2026","rel":"","context":"In &quot;Artikel&quot;","img":{"alt_text":"","src":"","width":0,"height":0},"classes":[]}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234"}],"collection":[{"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=234"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":526,"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234\/revisions\/526"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/irihm.sbm.itb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}