Puaskah kita dengan Survey Kepuasan Pasien?

This entry is part 1 of 2 in the series Kepuasan Pasien

Beberapa waktu yang lalu di sebuah forum kami ditanya dengan 2 pertanyaan dari 2 orang yang berbeda terkait survey kepuasan pasien.
Pertanyaan pertama, “Untuk apa membuat survey kepuasan pasien? padahal tugas utama kami para tenaga kesehatan adalah untuk memuaskan pasien. Apakah kalau pasien tidak puas berarti kami tidak becus bekerja?”.
Pertanyaan kedua, “Tolong beri tahu kami, berapa skor tingkat kepuasan pasien kami”?
Apa jawaban anda atas kedua pertanyaan tersebut? Walau tampak bertentangan, kedua pertanyaan tersebut menyiratkan bahwa ada hal yang belum dipahami tentang survey kepuasan pasien.

[…]

Mengidentifikasi Peluang Perbaikan Lewat Survey Kepuasan Pasien

This entry is part 2 of 2 in the series Kepuasan Pasien

Kalau pada posting sebelumnya dibahas mengapa kita perlu melakukan survey kepuasan pasien, kali ini akan dibahas bagaimana mencari ruang untuk melakukan perbaikan dalam pelayanan kepada pasien. Sempat disinggung bahwa kuesioner yang berisi tingkat kepuasan pasien saja dapat mengaburkan kita pada upaya perbaikan. Dengan skala 4 atau 5, rata-rata nilai 3 atau 4 boleh jadi sudah membuat rumah sakit bangga bahwa pasiennya “rata-rata” sudah puas, atau sekian persen pasiennya di atas nilai minimal untuk mengatakan bahwa mereka sudah puas. Tapi tampaknya cukup sulit mengatakan aspek mana yang harus menjadi prioritas dalam program di masa mendatang. Jadi, apa yang bisa kita lakukan?

[…]