Kendali Mutu = Bandingkan dengan Standar?

This entry is part 8 of 9 in the series Kendali Mutu dan Biaya

Baru-baru ini kami belajar sesuatu dari kolega dari penyedia fasilitas pelayanan kesehatan, apa itu? Mutu adalah tingkat pemenuhan terhadap standar. Sekilas tidak ada yang aneh dengan definisi tersebut, bahkan memang begitulah definisinya dalam kebanyakan referensi. Namun aplikasi dari pandangan semacam ini perlu dicermati karena ada kecenderungan cepat berpuas diri bagi fasyankes karena capaian indikator mutu hanya dibandingkan dengan standarnya. Contoh, ambil indikator yang cukup populer yaitu waktu tunggu rawat jalan. Saat ini standar pelayanan minimal rumah sakit menyatakan standar bagi waktu tunggu rawat jalan adalah 60 menit. Jika sekiranya ada rumah sakit yang waktu tunggu rata-ratanya 50 menit, apakah bisa disimpulkan bahwa rumah sakit tersebut sudah memberikan pelayanan rawat jalan yang baik?

Dari berbagai diskusi kami dengan kolega di fasyankes, jawaban spontan atas pernyataan tersebut adalah “YA dong”.  Standar mengatakan tidak boleh lebih dari 60 menit, sementara layanan kami rata-ratanya 50 menit. Apakah benar demikian? mari kita telusuri lebih jauh makna mutu yang sebenarnya.

Makna pemenuhan standar dalam mutu sebaiknya dilihat dari bagaimana proses yang dilakukan memenuhi standar. Jika suatu proses tidak dapat memenuhi standar maka kita mengenal suatu istilah lain yaitu cacat (defect). Jadi mutu sangat terkait dengan cacat. Jika cacat yang dihasilkan suatu proses banyak, maka kita dapat mengatakan bahwa prosesnya tidak bermutu. Sebaliknya jika caact dari suatu proses sangat-sangat kecil, maka kita mengatakan proses tersebut bermutu.

Dengan pemahaman seperti ini, maka pada kasus waktu tunggu rawat jalan tadi perlu ditelusuri lebih jauh, bagaimana performansi proses terhadap standar yang ditetapkan. Andaikan kita memiliki 100 data pasien yang dilayani oleh suatu rumah sakit, dan didapati bahwa ada 40 orang mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit, apa yang dapat kita simpulkan? Ya tentu saja kita menyimpulkan bahwa tingkat cacatnya 40%. Jadi dapatkan kita mengatakan proses dengan rata-rata waktu tunggu 50 menit sementara tingkat cacatnya 40% kita sebut baik? atau memenuhi standar mutu?

Mudah-mudahan posting singkat ini dapat mengingatkan kita semua bahwa masalah mutu tidak semata-mata soal angka rata-rata. Bahkan jauh lebih esensial ketika kita melihat mutu dari perspektif variasi proses (lihat kembali catatan ini). Untuk menegaskan hal ini, KARS sudah mewanti-wanti dalam dokumen SNAR 2018.


Standar PMKP ini mempunyai kegiatan dengan spektrum yang sangat luas pada rumah sakit termasuk kerangka untuk meningkatkan kegiatan dan menurunkan risiko yang terkait dengan munculnya variasi (ketidakseragaman) dalam proses pelayanan

SNAR 2018 Edisi 1

Series Navigation<< Ringkasan Konsep KMKB versi IRIHMTutorial Mengukur Mutu Proses dengan Variasinya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *