Author Archives: irihm

KMKB: Memahami Proses, Memerangi Variabilitas (2)

This entry is part 4 of 9 in the series Kendali Mutu dan Biaya

Bagaimana proses menyuarakan karakternya akan kita coba bahas dalam posting kali ini. Alat untuk menangkap suara proses itu dikenal dengan nama peta kendali (control chart). Peta kendali inilah yang digunakan oleh Shewhart sejak hampir 100 tahun lalu. Jadi kita jangan merasa hebat jika baru mengenal KMKB. Lewat peta kendali ini, kita dapat mengetahui apakah suatu proses itu terkendali (in-control) atau tidak (out-of-control). Sekedar mengingatkan, jika pada suatu proses terdapat indikasi out-of-control, itu berarti dalam proses itu sudah terjadi sesuatu di luar kondisi alamiahnya. Dengan kata lain sudah terjadi sebab spesial dalam proses tersebut. Bagaimana detail ceritanya?

Read More

KMKB: Memahami Proses, Memerangi Variabilitas (1)

This entry is part 3 of 9 in the series Kendali Mutu dan Biaya
Variabilitas proses

Variabilitas proses

Jika kita bersepakat bahwa KMKB dimulai dari proses, maka tidak ada hal yang lebih penting daripada memahami proses. Ibarat teman, proses pun pada prinsipnya selalu berkomunikasi kepada kita. Sayangnya sedikit sekali dari kita yang memahami apa yang proses sampaikan. Kadang kala proses sampai ‘berteriak’ bahwa telah terjadi sesuatu, tetapi kita tidak pandai mendengar suara dari proses (Voice of Process – VOP) tersebut. Seperti apa suara proses itu?

Read More

KMKB: Mulai dari mana?

This entry is part 2 of 9 in the series Kendali Mutu dan Biaya

Sesuai dengan posting sebelumnya, mari kita mulai membumikan konsen KMKB ini. Satu hal yang dapat disimpulkan dari memahami berbagai perspektif tentang mutu (ringkasnya ada di sini, lengkapnya ada di acara ini) adalah Mutu tidak dapat dilepaskan dari proses. Bagaimana dengan biaya? biaya bisa jadi merupakan input dari suatu proses, tapi dapat juga merupakan konsekuensi dari proses (yang buruk). Yang pasti, biaya juga berhubungan sangat erat dengan proses. Soal kata kendali, adakah hubungannya dengan proses?

Read More

Kendali Mutu dan Kendali Biaya: Apa sih sebenarnya?

This entry is part 1 of 9 in the series Kendali Mutu dan Biaya

Dalam berbagai kesempatan baik offline maupun online, kami selalu mencoba menggali apa dan bagaimana jargon Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB) yang sangat populer dalam sistem JKN ini dijalankan. Namun sejauh ini belum ada penjelasan yang memuaskan. Konsepnya cukup jelas yaitu berkisar pada pelayanan kesehatan yang mutunya memenuhi standar, dengan biaya yang efisien. Namun pertanyaannya bagaimana melakukannya? Sejauh ini kami belum menemukan laporan atau publikasi terkait bagaimana KMKB berhasil diterapkan. Kajian yang dilakukan PKMK FK UGM dan BPJS Kesehatan menyatakan bahwa Utilization Review sebagai metoda KMKB sudah banyak dilakukan, namun belum diketahui ketepatan proses dan efektivitasnya (baca di sini).

Sebelum membahas KMKB dari sudut pandang manajemen mutu, perlu dirumuskan dulu apa yang sudah ada terkait dengan KMKB dari Permenkes No. 71 Tahun 2013. Beberapa di antaranya:

  • KMKB dijalankan oleh BPJS Kesehatan dengan membentuk TKMKB (Tim KMKB)
  • KMKB dijalankan oleh Faskes diantaranya dengan metode Utilization Review dan Audit Medis

Lebih jauh analisis dr Tonang D.A. menegaskan bahwa persoalan KMKB ini bagaimana pun melibatkan lebih banyak pihak (silakan baca di sini). Sayangnya pembahasannya belum sampai pada tataran bagaimana teknis KMKB dijalankan. Mengapa harus sampai pada teknis pelaksanaannya? karena kita ingin mengetahui beberapa hal yang jauh lebih penting seperti

  • Apa itu Mutu? Apakah pelayanan kesehatan kita sudah bermutu?
  • Mutu (pelayanan) yang mana yang harus dikendalikan?
  • Bagaimana mengendalikan mutu tersebut?
  • Apa yang dimaksud mengendalikan biaya?
  • Bagaimana mengendalikan biaya tersebut?

Jadi apa dan bagaimana sih sebaiknya KMKB?

Read More

Pelatihan Manajemen Antrian Agustus 2016

Kegiatan : Pelatihan Manajemen Antrian Rumah Sakit, klinik, puskesmas dan fasyankes Waktu     : Kamis-Jumat, 25-26 Agustus 2016 Tempat   : MBA-ITB, Jl. Gelapnyawang No 1. Bandung Peserta    : 30 orang RS Cicendo RS Hasan Sadikin Klinik Sehat Cikampek RS Pusat Otak Nasional RS Al-Islam Awibitung RS Borromeus RS Dr. Oen Surakarta

Waktu Tunggu Rawat Jalan 60 menit, Bisa?

manajemen antrian rumah sakitPosting sebelumnya terkait manajemen antrian rumah sakit, kita sudah membahas isu tentang panjangnya antrian. Kali ini kita melihat sisi lain dari panjang antrian yaitu lamanya waktu antri atau waktu tunggu rawat jalan. Tidak semua orang memiliki kesabaran menunggu yang banyak. Ada yang memang karena sibuk maka tidak ingin membuang waktunya untuk antri. Ada juga yang merasa bagaimana pun menunggu dalam antrian tidak memberikan nilai tambah kecuali rasa kesal. Tentu saja ada banyak orang yang rela menunggu karena tidak ada pilihan lain. Namun ada satu hal yang pasti, setiap orang memiliki batas waktu yang dianggapnya wajar untuk menunggu (acceptable waiting time – AWT). Jika antrian akan membuatnya menunggu lebih lama dari batas waktu tersebut, orang akan pergi meninggalkan antrian, yang berarti meninggalkan jasa yang ingin diperolehnya. Hal ini berarti faskes telah gagal memenuhi keinginan pasiennya. Apa yang harus dilakukan?

Read More

Manajemen antrian: Berapa Luas Ruang Tunggu?

manajemen antrian di rumah sakitSalah satu isu kritikal dalam manajemen antrian di faskes adalah seringkali dijumpai luas ruang tunggu jauh lebih kecil dari jumlah pasien yang berkunjung, lebih spesifiknya pasien yang antri. Bahkan pernah saya lihat jumlah kursi yang disediakan di poli spesialis sangat terbatas, menunjukkan demikianlah ruang yang disediakan untuk menunggu layanan dokter. Lebih ekstrim lagi, ada klinik yang setiap hari pasiennya antri sampai di pinggir jalan. Memang isu utamanya adalah manajemen antrian di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, tapi konsekuensinya adalah ruang tunggunya harus bagaimana? Apakah tidak sebaiknya dirancang atau direncanakan agar membuat pasien merasa nyaman selama menunggu?

Read More

Antrian di Faskes: Bisakah dikelola?

Melirik pada manajemen antrian di rumah sakit, pernahkah melihat atau mengalami situasi seperti di gambar berikut ini? Tidak susah rasanya menemukannya bukan? Pasien (dan keluarga) jelas rugi karena waktu terbuang di tengah kemungkinan tertular penyakit yang diidap pasien lain. Faskes pun rugi karena suasana yang ramai dan penuh sesak akan mengganggu pelayanan yang diberikan, disamping memberikan tekanan emosi cukup tinggi.
manajemen antrian di rumah sakitmanajemen antrian di rumah sakit

Antrian terjadi di mana-mana, termasuk fasilitas kesehatan. Jangankan orang sakit, orang sehat pun pada dasarnya tidak mau antri. Tapi karena berbagai alasan, antrian harus dihadapi. Ya, orang -sebagai pengguna jasa- bersedia antri karena tidak ada pilihan. Jika Anda adalah penyedia jasa layanan yang dibutuhkan orang-orang yang rela antri, bahkan berjam-jam, apakah tidak punya pilihan juga? Bisakah antrian yang panjang tersebut kita kelola dengan baik?

Read More

Agenda Kegiatan IRIHM

Pelatihan Manajemen Rumah Sakit 2020: Manajemen Proses Bisnis (23-24 Maret 2020 ditunda) Manajemen dan Analisis Data (20-21 April 2020 ditunda) Kendali Mutu dan Biaya (Jadwal menyusul) Manajemen Persediaan (Jadwal menyusul) Manajemen Antrian (Jadwal menyusul) Lean Healthcare (Jadwal menyusul) Continuous Improvement (Jadwal menyusul) Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (Berdasarkan Permintaan) * Jadwal di atas dapat berubah sewaktu-waktu,

Read More

Pelatihan dan Lokakarya Manajemen Persediaan

Kegiatan : Pelatihan dan Lokakarya Manajemen Persediaan bagi Fasilitas Kesehatan Waktu     : Kamis-Jumat, 26-27 Mei 2016 Tempat   : MBA-ITB, Jl. Gelapnyawang No 1. Bandung Peserta    : 23 orang RS Cicendo RS Hasan Sadikin RSUD Kab. Bekasi RS Multazam Medika Bekasi Klinik Sehat Cikampek Apotek Al Ma’soem Grup Klinik Apotek Mutiara Cikutra Klinik Apotek

Read More